Sejarah GKMI

17. 10. 05
posted by: Super User
Hits: 414

Sejarah GKMI

Sejarah GKMI tidak terlepas dari kehadiran Benyamin Obadyah dalam Ibadah Shabat bersama kelompok Yahudi Mesianik di Narkis St Yerusalem, Israel pada tahun 1995. Tuhan mendorong langkah berikutnya melalui keikut-sertaannya pada Inside Israel Summer School 1999 yang diselenggarakan oleh Jerusalem Center for Biblical Research and Studies di Yerusalem, Israel.

Sekembalinya ke Jakarta, bersama Jemaat GBI Bumi Bintaro Permai yang digembalakannya, ia menyelenggarakan hari raya Pondok Daun (Sukkot) sebagai perayaan sulung di lingkungan gereja Kristen di Indonesia. Sedangkan, Seminar Akar Ibrani pertama di Indonesia diselenggarakannya Tahun 2002 mulai di Jakarta.

Selanjutnya, ia mendapat bimbingan pribadi dari Ariel Berkowitz, Guru Torah Yahudi Mesianik di Soest, Holland tahun 2003 yang difasilitasi oleh Kelompok Mesianik Belanda.

Keikutsertaannya dalam Konferensi Asia Pacific Messianic Fellowship (APMF) di Baguio City, Filipina tahun 2005 membuahkan sebuah komunitas yang disebut Shoresh Messianic Fellowship sebagai persekutuan mesianik pertama di bumi Nusantara pada tahun yang sama.

Menyadari bahwa pengajaran mesianik perlu ditempatkan dalam wadah organisasi yang sesuai, Benyamin Obadyah, mengundurkan diri dari denominasi yang lama pada tahun 2011 untuk membentuk wadah baru yang disebut Gereja Kehilat Mesianik Indonesia (GKMI) yang sejak 22 Agustus 2012 berada di bawah pembinaan Pembimas Kristen Kanwil Agama DKI Jakarta. Sebagai bagian dari komunitas pengikut Yeshua, GKMI tergabung pada Forum Musyawarah Antar Gereja (FORMAG) DKI Jakarta.

Di tingkat Internasional, GKMI tergabung pada Asia Pacific Messianic Fellowship (AMPF) yang berpusat di Baguio City, Filipina.