Dikala Iesous Menyangkali YaHWeH Part2

Pikiran dan ajaran Musa-pun mereka tawan dan tahlukkan kepada Kristus. Dan pikiran Yesus-lah yang dianut oleh para murid Yesus, sejak dahulu kala sampai kepada hari ini! Bagaimana dengan anutan anda?

TANGGAPAN :

Konteks ayat ini (II Kor 10:5) adalah pikiran duniawi yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Tuhan. Jelas ayat ini tidak cocok untuk diterapkan kepada Musa yang dengan tulus telah menuliskan apa yang dikatakan oleh Bapa YAHWEH kepadanya. Dan bahwa apa yang ditulis Musa itu benar telah diteguhkan oleh Yesus dengan mengatakan, Musa menulis tentang Aku (Yoh 5:46).

POSMA SITUMORANG :

  1. MOSE DISANGGAH OLEH PARA RASUL

Keyakinan Mose (Musa), bahwa ia telah bertemu muka dengan Yang Maha Pencipta, bahkan menerima dua loh batu berisi 10-Hukum dari tangan Yang Maha Pencipta, disanggah oleh Rasul-rasul Perjanjian Baru.

4.1. RASUL STEFANUS MENYANGGAH MUSA

Kis 7:53 Kamu telah menerima hukum Taurat yang disampaikan oleh malaikat-malaikat, tetapi kamu tidak menurutinya

Jelas sekali ucapan Stefanus: bukan YMP, melainkan malaikat Tuhan, yang menyampaikan hukum Taurat (dua loh batu) ketangan Musa, bertentangan dengan pernyataan Musa dalam Kel 31:18.

Tentu saja penyataan Stefanus ini tidak boleh dianggap remeh, mengingat ia adalah seorang murid Yesus yang penuh iman dan Roh Kudus [Kis 6:5] serta berhikmat, seraya berbicara oleh dorongan Roh Kudus [Kis 6:10]. {Apakah Musa menyamai Stefanus dalam hal kepenuhan Roh Kudus serta dalam hal berkorban (nyawa) bagi Yesus Kristus ??}

TANGGAPAN :

Alkitab Perjanjian Baru menyatakan Stefanus adalah Diaken (Kisah Rasul 6:4). Kita harus jujur dalam penelaahan Alkitab, jangan ingin menjatuhkan Musa dengan mengangkat Stefanus lebih tinggi dari sesungguhnya. Kecenderungan seperti inipun sebenarnya yang dilakukan oleh Marcion terhadap tulisan-tulisan rasul Paulus yang dianggap telah menghabisi taurat Musa.

Kesimpulan membenarkan Stefanus dan menyalahkan Musa seperti yang ditunjukkan oleh Bapak Posma sungguh terlalu tergesa-gesa sehingga terkesan dangkal dalam pemahaman alkitab secara menyeluruh. Hal ini disebabkan karena paradigma Marcion tidakdapat memberikan sumbangan apa-apa dalam penyelidikan alkitab yang berbobot. Baik Musa maupun Stefanus keduanya benar, Musa memberikan informasi yang mendasar sedangkan Stefanus hanya menyitirnya saja. Apa yang disampaikan oleh Stefanus sesungguhnya didasarkan pada ucapan Musa ketika ia memberkati suku-suku Israel:

Berkatalah ia: TUHAN datang dari Sinai, dan terbit bagi mereka dari Seir; Dia tampak bersinar dari pengunungan Paran dan datang dari tengah-tengah puluhan ribu orang yang kudus; disebelah kanan tampak kepada mereka api yang menyala (Ulangan 33:2, LAI).

Dalam Green Interlinear Bible, Ulangan 33:2 diterjemahkan dari bahasa Ibrani ke bahasa Inggris dengan jauh lebih akurat, sebagai berikut:

And he said : YHWH came from Sinai, and rose from Seir for them; He shone forth from mount Paran, and He came from the myriads of the holy ones; at His right hand a law of fire went forth to them.

Jelas terlihat terjemahan LAI tidak mengacu ke bahasa Ibrani karena the myriad of the holy ones diterjemahkan sebagai puluhan ribu orang kudus yang mematok pengertian holy ones (Ing) atau qadesh (Ibr) sebagai manusia, padahal maksudqadesh adalah kudus dalam arti terpisah yang mencakup pengertian malaikat juga.

Terjemahan bahasa Ibrani ke bahasa Yunani yang disebut Septuaginta untuk ayat yang sama adalah:

Dan ia berkata: Kurios datang dari Sinai, dan muncul dari Seir bagi kita; menampakkan diri dari pegunungan Paran bersama puluhan ribu yang kudus; di sebelah tangan kananNya malaikat-malaikatNya bersama dengan Dia (terjemahan).

Bagaimana kesimpulannya? Yahweh memberikan log batu Torah yang bernyala ( a law of fire) dengan tangan kananNya kepada Musa yang diiringi oleh oleh malaikat-malaikatNya. Suatu upacara yang sungguh dahsyat.sampai puluhan ribu malaikat turut mengantarkan, mengawal pemberian Torah dari Bapa YAHWEH kepada Musa, hambaNya. Dalam hermeneutik yang sehat ayat Firman Tuhan tidak dipertentangkan tetapi saling melengkapi secara harmonis,scripture explains scripture. Kisah Rasul 7:53 yang oleh paradigma Marcion dipandang dapat membantai Keluaran 32:18 ternyata dapat bersanding dengan serasi karena mengikuti pengajaran yang sehat dari Ruakh HaKodesh (Roh Kudus) yang dikirimkan oleh Bapa YAHWEH dalam nama Yeshua.

POSMA SITUMORANG :

4.2 RASUL PAULUS MENYANGGAH MUSA

Gal 3:19 : Kalau demikian, apakah maksudnya hukum Taurat? Ia ditambahkan oleh karena pelanggaran-pelanggaran sampai datang keturunan yang dimaksud oleh janji itu dan ia disampaikan oleh perantaraan malaikat-malaikat ke dalam tangan seorang pengantara.

Ternyata Rasul Paulus sependapat dengan Stefanus: Yang bertemu dengan Musa (namanya YaHWeH) bukanlah Yang Maha Pencipta, melainkan sekedar malaikat Tuhan. Paulus, tidak pernah bertatap muka dengan Yesus, namun seringkali diajar langsung oleh Roh Kudus [1 Kor 11:23; Gal 1:12, dll]. Paulus, yang tadinya penganut Agama Yahudi (berarti pengikut Musa) menjadi murid Yesus, yang menyanggah Musa!

TANGGAPAN :

Paulus yang di lingkungan orang percaya Yahudi tetap dikenal dengan nama Shaul adalah seorang rabbi (guru Taurat) dansebagai anak didik rabbi Gamaliel tentu saja ia lebih mengerti Torah dan tafsirnya dari pada Stefanus. Tanggapan pada butir 4.1 dipahami dengan baik oleh para rabbi dan tentu saja oleh Shaul. Malaikat-malaikat mengantarkan Torah bersama dengan tangan kanan Adonai YHWH.

Karena tindakan pemberian Torah itu dilakukan secara bersama, maka tidak salah bila Musa mengatakan YHWH memberikan torah kepadanya; dan tidak salah pula bila Paulus mengatakan melalui perantaraan malaikat karena memang malaikat ikut mengantarkannya. Yang salah adalah menyimpulkan bahwa YHWH itu hanyalah malaikat. Cara penarikan kesimpulan seperti ini disebut gaya bebas karena seakan-akan tidak ada ayat-ayat lain yang berperan sebagai rambu-rambu dalam memahami suatu ayat.

POSMA SITUMORANG :

4.3 RASUL YOHANES MENYANGGAH MUSA

Yoh 1:18 : Tidak seorangpun yang pernah melihat Theos (Theos, sebutan Yunani untuk YMP; Penulis) tetapi

Yohanes, penulis Injil, adalah murid Yesus yang sangat dikasihiNya. Pelbagai rahasia Yesus (termasuk tentang Yudas yang akan menghianati Yesus [Yoh 13:25-26]) dibukakanNya kepada Yohanes. Tentu juga rahasia Kerajaan Sorga dibukakan Yesus terhadap Yohanes (termasuk siapa sesungguhnya tokoh YaHWeH), sehingga dengan yakin Yohanes menyanggah Musa!

Lihatlah, para Rasul Perjanjian Baru, murid-murid Yesus, dengan sepakat menyanggah keyakinan Musa. Mereka menyatakan bahwa yang bertemu Musa (yakni: YaHWeH) hanyalah sekedar malaikat, suruhan YMP.

TANGGAPAN :

Sekali lagi suatu pertunjukan penarikan kesimpulan tanpa dasar yang alkitabiah. Yohanes disanjung dengan maksud menjatuhkan Musa, suatu lagu lama karena sudah dikumandangkan oleh Marcion hampir 1800 tahun lalu. Yang menyanggah Musa bukan Yohanes tetapi kaum Marcionis. Yohanes bahkan mengatakan bahwa umat pemenang dalam peperangan melawan binatang antikris akan menyanyikan NYANYIAN MUSA DAN NYANYIAN ANAK DOMBA (Wahyu 15:3). Yohanes tidak pernah mempertentangkan Musa dan Yeshua, sang Anak Domba. Sebaliknya kita dapat bertanya, apakah Marcion dan para penganutnya sampai abad 21 ini akan berada di sana? Kalau mereka sungguh-sungguh sudah percaya pada Mesias yang mati dan bangkit, mereka akan ada di sana dan kalau mereka ada di sana mereka juga akan menyanyikan NYANYIAN MUSA yang mereka cemooh hari ini. Akan ada penyesalan saat itu untuk apa yang mereka lakukan saat ini. Kalau mereka tetap tidak menolak menyanyikan NYANYIAN MUSA, dengan sedih kita harus menerima bahwa mereka, Marcionis, tidak termasuk para pemenang melawan binatang dan bilangannya (antikris).

Sama seperti Stefanus dan Paulus, Yohanes ternyata sesungguhnya melakukan parafrase (perubahan redaksional) firman Bapa YHWH yang telah diucapkan sebelumnya oleh Musa.

Lagi firmanNya: Engkau tidak tahan memandang wajahKu, sebab tidak ada orang yang memandang Aku dapat hidup (Keluaran 33:20).

Konteks ayat ini berbicara tentang kepenuhan kemuliaan Tuhan dalam arti yang sebenarnya karena Musa ingin melihatNya (Keluaran 33:18). Namun ini tidak berarti bahwa tidak ada manusia yang melihat kemuliaan Tuhan dalam takaran yang diperkenankan oleh Bapa YAHWEH sendiri. Kitab Suci mengungkapkan hal ini dengan berbagai ungkapan seperti: Musa diperkenankan melihat belakang Tuhan tetapi bukan wajahNya (Kel 33:23); Yesaya melihat Tuhan duduk atas tahta yang tinggi menjulang (Yesaya6:1); 70 tua-tua Israel melihat Tuhan Israel dengan terangnya seperti langit yang cerah (Kel 24:10). Jelas, Tuhan dapat memperlihatkan kemuliaanNya kepada manusia pada tingkatan yang diperkenanNya walaupun bukan dalam kepenuhan kemuliaanNya. Semua ayat tersebut di atas tidak bertentangan dengan apa yang dikatakan oleh Yohanes pada Yohanes 1:18 karena tidak ada manusia pernah melihat Tuhan dalam kepenuhan kemuliaanNya.

Tetapi, adalah tanpa dasar atau pikiran tanpa konteks bila mengatakan Theosyang disebut Yohanes itu Tuhan yang lain dengan YAHWEH Elohim yang berbicara kepada Musa. Yohanes itu bukan orang Yunani yang tiba-tiba pikirannya menerawang di alam mitologi Yunani. Yohanes dan murid-murid lainnya tetap orang Yahudi yang mengikut Yeshua karena kitab Taurat dan kitab nabi-nabi berbicara tentang Dia (Yohanes 1:45).

POSMA SITUMORANG:

SEBAGIAN PEMBACA SEGERA BERPIKIR Pihak mana yang benar?. Lalu mulai membaca dan membahas dengan teliti isi Kitab-kitab, untuk mencari pihak mana yang benar€(Akibatnya: Lupa bahwa dirinya harus menjadi murid Yesus, Kebenaran, bukan mengais-ngais lagi kebenaran!)€

ATAU, pembaca yang menganggap dirinya cerdas mulai berkilah-kilah, berusaha menunjukkan bahwa kedua pihak itu benar. Ini penampilan keangkuhan kecerdasan manusia. Nanti anda akan melihat bahwa Yesus (Kebenaran!) pun tidak berusaha mendamaikan kedua pihak!

TANGGAPAN:

Sungguh tidak alkitabiah dan keliru mempertentangkan Musa di satu pihak dengan Yesus dan murid-muridNya di pihak lainnya. Dengar apa yang dikatakan Yesus sendiri:

Sebab jika kamu percaya kepada Musa , tentu kamu akan percaya kepadaKu, sebab ia telah menulis tentang Aku (Yohanes 5:46).

Jelas sekali sang Mesias mengatakan orang yang percaya Musa akan percaya Yeshua yaitu Yesus dari Nazaret. Yang mengajarkan orang untuk tidak percaya pada Musa adalah Yesus dari Yunani yaitu Yesus Konseptual yang diciptakan oleh paham Marcionisme.

Lebih lanjut, Yesus dari Nazaret mengatakan, Tetapi jika kamu tidak percaya akan apa yang ditulisnya (Musa), bagaimana kamu akan percaya akan yang Kukatakan? (Yoh 5:47).

POSMA SITUMORANG:

  1. YESUS-PUN MENYANGKALI YaHWeH

Apakah judul Bab ini membangkitkan kegusaran didalam diri anda? Jika demikian, itu menunjukkan bahwa Pembaca telah lebih dahulu menjadi muridnya orang-orang yang menjadi murid Musa! Sebab faktanya memang: Yesus telah menyangkali YaHWeH! Ikutilah dengan hati yang sejuk.€

5.1 APA SABDA LANGSUNG YESUS TENTANG YaHWeH ?

5.1.1 YESUS MENYEBUT YMP DENGAN BAPAKU

Sah-sah saja jika Yesus tidak pernah menyeru YaHWeH, bahwa Yesus tidak sepakat dengan Musa, bahkan mengecam Musa, seperti telah ditunjukkan pada Bab-1.

TANGGAPAN:

Ungkapan Bapa kepada Sang Pencipta (Perhatikan, saya tidak memakai istilah YMP yang bersifat sektarian) bukanlah sesuatu yang baru bagi bangsa Israel. Karena sebutan Bapa sudah dikenal oleh bangsa Israel sejak zaman Perjanjian Lama. Coba simak ayat-ayat berikut: Dalam Maz 89:26 YHWH Elohim sendiri menyebut diriNya sendiri sebagai Bapa dari Daud, raja Israel dan dan dari konteksnya berlaku bagi bangsa Israel. Dalam Yesaya 64:8 nabi ini mewakili Israel memanggil YHWH sebagai Bapa kami. Dalam Yeremia 3:4 Tuhan YHWH mengatakan Israel memanggil Dia dengan sebutan Bapa. Dalam Yeremia 3:19 YHWH menginginkan bangsa Israel menyebut Dia dengan sebutan Bapa, tetapi sayang bangsa Israel tidak setia.

Yesus, anak yang tunggal yang mengetahui isi hati YHWH, BapaNya, dalam kotbah di bukit di tepi danau Galilea, Israel, mengajarkan orang banyak untuk berdoa, dengan mengucapkan, Bapa kami yang di surga (Mat 6:9). Ayat-ayat tersebut di atas menunjukkan tidak ada pertentangan antara Yesus dengan Musa, antara Perjanjian Baru dan Perjanjian Lama. Yang membuat mereka kelihatan bertentangan adalah paradigmanya, yaitu kacamata yang dipakai untuk melihat.

POSMA SITUMORANG :

5.1.2 YESUS TIDAK MENGAJARKAN BAHWA YaHWeH ADALAH YMP

Sebab Yesus mau mengajarkan kebenaran mengenai YMP. Lagi pula Yesus berhak penuh mengajarkan kebenaran, sebab Ia adalah Kebenaran [Yoh 14:6] dan Saksi Kebenaran [Yoh 18:37] !

TANGGAPAN :

Orang Yahudi mengetahui yang dimaksud Bapa oleh Yesus adalah Tuhan nenek moyang mereka, YHWH Elohim Abraham, Ishak dan Yakub, Pencipta langit dan bumi, mereka hanya mengenal Tuhan yang Ekhad (Satu). Yesus sendiri juga memaksudkan Bapa, Pencipta yang sama ketika Ia berbicara tentang bunga bakung (Luk 12:27-30).

Memang Yesus tidak mengajarkan bahwa YHWH adalah YMP,itu logis karena istilah YMP itu tidak ada dalam alkitab Indonesia, Inggris,Gerika apalagi Ibrani.

POSMA SITUMORANG :

5.1.3 YESUS TIDAK PERNAH SABDAKAN: Aku diutus oleh YaHWeH

Banyak orang Kristen beranggapan bahwa Yesus adalah utusan YaHWeH, karena tanpa meneliti, bulat-bulat menerima claim Musa, yang keliru: bahwa YaHWeH adalah Yang Maha Pencipta.

TANGGAPAN :

Tanggapan terhadap butir 5.1.1 beserta ayat-ayatnya dengan jelas menyatakan Yesus diutus oleh Bapa Yahweh. Tetapi untuk memperjelas alur pikirnya, mari kita memperhatikan logika matematik sederhana berikut:

1) a = b Yesus diutus[a] oleh Bapa [b] (Yoh 5:36)

2) c = b Yahweh [c] dipanggil sebagai Bapa [b] (Yes 64:8)

3) a = c ( b=b ) Yesus diutus [a] Yahweh [c]

Tidak ada agenda yang tersembunyi, tidak ada keraguan, Yesus dari Nazaret, Israel diutus oleh Bapa Yahweh. Seseorang tidak perlu belajar ilmu roket untuk dapat memahami hal ini.

POSMA SITUMORANG :

5.1 DIA YANG BENAR TIDAK DIKENAL OLEH ORANG YAHUDI

Yoh 7:28 : Waktu Yesus mengajar di Bait Theos, Ia berseru: Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu; namun Aku datang bukan atas kehendakKu sendiri, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal€

Boleh saja orang-orang Yahudi mengenal semua nama sesembahan Yahudi, termasuk YHWH atau YaHWeH, mengaku mengenal Adonai, Elohim, Elloah (istilah ini kemudian menjadi Allah), namun Yesus menyatakan DiriNya diutus oleh Dia, Yang tidak dikenal oleh orang-orang Yahudi. Berarti Yesus tidak mengakui DiriNya diutus oleh YaHWeH, tidak juga diutus Elohim, dll., yang orang Yahudi sudah kenal!

Yang Yesus akui adalah bahwa Ia diutus oleh YMP, BapaNYa, TOKOH Yang tidak dikenal oleh orang-orang Yahudi.

TANGGAPAN :

Barangkali penampilan ayat ini dapat menjadi contoh bagaimana kita harus memperhatikan konteks suatu ucapan atau ayat. Ucapan Yesus yang dikutip sebagai Yoh 7:28 merupakan tanggapan terhadap pendapat orang Yahudi yang dicantumkan dalam Yoh 7:27 berikut: Tetapi tentang orang ini kita tahu darimana asalnya, tetapi bila mana Kristus datang, tidak ada seorangpun yang tahu dari mana asalnya.

Dalam anggapan orang Yahudi saat itu, Mesias (Kristus) yang datang itu seharusnya tidak diketahui darimana asalnya. Karena (secara manusia )Yesus sudah diketahui asalnya yaitu anak Yusuf tukang kayu dari Nazaret, maka tentulah Yesus bukan Mesias! Hal ini diketahui Yesus sehingga Ia berkata, Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu. Namun Ia tetap menyatakan bahwa Dialah Mesias itu dengan mengatakan, tetapi Aku diutus oleh Dia yang benar yang tidak kamu kenal (Yoh 7:28). Dengan mengatakan hal ini Ia menyatakan bahwa orang Yahudi tidak mengetahui sepenuhnya darimana asalNya dan demikian Ia menyatakan bahwa Ia sang Mesias yang datang.

Istilah kenal dalam yang tidak kamu kenal mengandung arti kualitas pengenalan, kenal akrab secara pribadi yang hanya dapat dimiliki oleh Anak seperti yang dinyatakan dalam Yohanes 1:18 yaitu Tidak seorangpun yang pernah melihat Elohim, kecuali Anak Tunggal Elohim, yang ada di pangkuan Bapa . Yang tidak kamu kenal tidak berarti orang Yahudi tidak mengenal Pencipta sebenarnya, mereka mengenal Pencipta secara jauh; sedangkan Yesus mengenal secara dekat. Bandingkan, sebagai warga negara saya mengenal Presiden RI dalam arti umum yaitu tahu namanya, mengenal kebijakannya; tetapi saya tidak mengenal dia secara dekat dan pribadi. Yesus memakai perkataan mengenal dalam arti yang mendalam, kenal dekat secara pribadi. Justeru untuk inilah Bapa YaHWeH mengirimkan AnakNya ke dunia agar melalui Yesus umatNya boleh mengenal Dia secara mendalam.

POSMA SITUMORANG :

5.3 BAPA SORGAWI TIDAK DIKENAL OLEH ORANG YAHUDI

Yoh 8:19 : Maka kata mereka kepadaNya: Dimanakah BapaMu? Jawab Yesus: Baik Aku, maupun BapaKu tidak kamu kenal Jikalau sekiranya kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga BapaKu.

Sekali lagi Yesus nyatakan bahwa BapaNya (Bapa Sorgawi atau YMP) tidak dikenal oleh orang-orang Yahudi. Berarti Bapa Sorgawi bukanlah YaHWeH, yang dikenal orang Yahudi. Bapa Sorgawi bukan pula Elohim, bukan Elloah atau El Shadday, yang dikenal oleh orang-orang Yahudi.

Dan kalimat yang terakhir, bagi telingat murid Yesus akan berbunyi: Jikalau kamu mengenal Aku, kamu mengenal juga Sesembahan Yang Benar, BapaKu.Berarti Sesembahan Yang Benar adalah Yesus dan Bapa Sorgawi, Yang SATU adanya [Yoh 10:30], bukan YaHWeH, .

atau Allah atau lainnya. Mulialah Yesus Kristus !

TANGGAPAN:

Sekali lagi penarikan kesimpulan gaya potong kompas tanpa mencermati duduknya perkara di antara para pelaku pada saat kejadian yang sesungguhnya, yang lazim disebut konteks. Arti ucapan atau kejadian harus muncul dari situasi dalam teks yang sesungguhnya (exegese) dan bukan memaksakan konsep saat ini ke dalam teksnya (eisegese).

Yesus tidak hanya mengatakan bahwa orang Farisi tidak mengenal BapaNya, tetapi tetapi Ia juga mengatakan bahwa mereka tidak mengenalNya (Yesus). Apa maksud Ia mengatakan demikian? Bukankah Ia sendiri mengatakan Memang Aku kamu kenal dan kamu tahu dari mana asalKu (Yoh 7:28)? Mengapa Yesus bingung? Tentu tidak. Ini pentingnya pemahaman konteks secara menyeluruh dalam membangun pengajaran yang berbobot. Dalam Yoh 7:28 Yesus mengakui mereka kenal padaNya secara manusiawi, bahwa Ia anak Yusuf, tukang kayu. Tetapi dalam Yoh 8:19 Ia memakai perkataan kenal dalam konteks yang lain. Di sini yang dibicarakannya adalah kenal dalam arti ke-mesias-anNya. Jelas, Yesus mengatakan bahwa mereka tidak mengenalNya sebagai Mesias dan karena itu bagaimana mereka dapat mengenal Bapa YHWH yang tidak kelihatan yang mengutus sang Mesias?

Pelibatan Bapa dalam pembicaraan dengan orang Farisi di sini adalah dalam konteks ke-mesias-an Yesus, bukan dalam hal eksistansi Bapa dalam hubungan dengan orang Yahudi. Yesus mulai melibatkan Bapa dalam hubungan sebagai saksi yang disyaratkan Taurat. Saksi untuk apa? Saksi terhadap ucapan Yesus bahwa Ia adalah Terang Dunia (Yoh 8:12), suatu segi dari ke-mesias-anNya. Karenanya Pemahaman bagaimana orang Yahudi mengenal Mesias merupakan kunci pemahaman dialog Yesus dengan orang Farisi di sini.

Tokoh Mesias yang berarti Yang Diurapi berasal dari kitab suci Ibrani. Walaupun sering diterjemahkan dengan sebutan Yunani Kristus, tokoh ini bukan berasal dari Yunani. Orang Yunani bahkan tidak tahu apa-apa tentang Mesias, Yang Diurapi yang berasal dari Sesembahan Israel, yaitu YHWH. Mesias (Kristus) tidak dapat dipisahkan dari YHWH seperti yang diilhamkamkan oleh Roh Kudus dalam Mazmur 2:2 berikut:

Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar bermufakat bersama-sama melawan YHWH dan yang diurapinya.

Naskah terjemahan Tanakh Ibrani (Perjanjian Lama) ke bahasa Yunani menterjemahkan mashiakh yang berarti yang diurapi menjadi Kristos. Jadi bagaimana mungkin Yesus sebagai Yang Diurapi menyangkali YHWH yang menjadi sumber urapan itu sendiri? Akal sehat serasa terbalik untuk menerima Yesus menyangkali YHWH! Bertobatlah saudaraku.

Kitab Suci Tanakh diakui oleh Yesus sebagai kitab suci yang menulis tentang diriNya. Tanakh terdiri dari tiga bagian yaitu Torah (lima kitab Musa), Neviim (kitab nabi-nabi seperti Daniel, Yesaya) dan Khetuvim (tulisan-tulisan seperti Mazmur, Amsal). Yesus mengatakan bahwa seluruh Kitab Suci (yaitu Tanakh!) menulis tentang Dia, mulai kitab-kitab Musa sampai kitab nabi-nabi (Lukas 24:27). Jadi Tanakh atau Perjanjian Lama itu berbicara tentang Mesias yang dijanjikan Bapa YaHWeH.

Namun Perjanjian Lama melukiskan Mesias dalam dua gambaran yang saling bertolak belakang satu sama lain. Dalam lukisan yang pertama Mesias digambarkan sebagai seorang raja yang akan membangun kembali Israel dari keruntuhan mereka. Nabi Daniel bernubuat tentang Mesias yang dilukiskan sebagai raja:

Maka ketahuilah dan pahamilah: dari saat firman itu keluar, yakni bahwa Yerusalem akan dipulihkan dan dibangun kembali, sampai pada kedatangan seorang yang diurapi, seorang raja, ada tujuh kali tujuh masa; dan enam puluh dua kali tujuh masa lamanya kota itu akan dibangun kembali dengan tanah lapang dan paritnya, tetapi di tengah-tengah kesulitan. ( Daniel 9:25).

Setelah kembali dari pembuangan di Babilonia sekalipun, Israel masih tetap dijajah bangsa-bangsa asing. Mereka sangat mendambakan datangnya seorang Mesias yang akan menyelamatkan bangsanya dari penjajahan Romawi. Situasi pada abad pertama itu menuntut bahwa Mesias yang akan datang itu haruslah seorang Raja yang oleh orang Yahudi disebut Mesias ben Dawid. Sesuai ayat di atas, sah-sah saja mereka menpunyai pengharapan itu, tetapi pandangan yang situasional ini telah membuat pikiran mereka tertutup terhadap gambaran Mesias yang kedua, Raja yang rendah hati dan lemah lembut.

Nabi Zakaria melukiskan Mesias sebagai Raja yang meng-Hamba ketika ia menulis:

Bersorak-sorailah hai puteri Yerusalem! Lihatlah rajamu datang kepadamu: ia adil dan jaya. Ia lemah lembut dan mengendarai seekor keledai, seekor keledai beban yang muda (Zakaria 9:9).

Mesias itu akan datang sebagai Raja yang merendahkan diri, Ia hanya mengendarai seekor keledai, keledai beban pula. Orang Yahudi menyebut Mesias yang demikian sebagai Mesias ben Yosef. Ia datang tanpa kereta perang dan tanpa serdadu yang garang. Yesus memenuhi nubuat dalam Perjanjian Lama ini dalam Matius 21:1-10. Ini membuktikan bahwa Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru adalah satu kesatuan dan keduanya merupakan Firman Tuhan.

Dihadapkan pada situasi penjajahan oleh bangsa-bangsa asing yang berkepanjangan, golongan Farisi, imam-imam dan ahli Taurat sebagai elite penguasa keagamaan abad pertama memberlakukan TAFSIR bahwa Mesias yang akan datang haruslah seorang Raja yang Perkasa yang akan membebaskan bangsa Yahudi dari penindasan penjajah. Dengan TAFSIR semacam ini mereka mempersempit Firman Bapa YHWH dengan segala konsekuensinya. Pertama, mereka tidak mengenal sang Mesias yang telah datang dengan rupa seorang Hamba. Yesus mengatakan, Baik Aku tidak kamu kenal (Yoh 8:19). Kedua, sebab orang Farisi (sebagian saja dari masyarakat Yahudi pada waktu itu) hanya mengambil sebagian Firman YHWH untuk kepentingan mereka sendiri saja, mereka tidak dapat mengenal rencana Bapa dan karenanya tidak mengenal Bapa. Dalam rencana Bapa YHWH Daniel 9:25 akan digenapi pada kedatangan Yesus yang kedua kalinya, sesuatu yang luput dari pengamatan kaum Farisi abad pertama karena hati mereka jauh dari Bapa YHWH.

Dengan memahami konteks dialog kaum Farisi dengan Yesus mengenai ke-mesiasan-Nya dan peran Bapa sebagai saksi bagi sang Mesias, adalah na¯f untuk tiba-tiba menyimpulkan Bapa Sorgawi tidak dikenal orang-orang Yahudi. Berarti Bapa Sorgawi bukanlah YaHWeH. Ini adalah kesimpulan yang bukan muncul dari konteks, tetapi dipaksakan oleh paham Marcionisme yang sejak abad 2 M telah mendoktrinkan bahwa YHWH dalam Perjajian Lama adalah tuhan yang kurang mulia dibandingkan dengan Bapa dalam Perjanjian Baru. Inilah sebabnya mengapa cara penarikan terkesan menerabas kasar.

Di samping itu adalah keliru menyamakan orang Farisi dengan orang Yahudi. Kaum Farisi hanyalah suatu golongan saja dalammasyarakat Yahudi, sama seperti kaum injili hanyalah suatu golongan saja dalam masyarakat Kristen. Di abad pertama masyarakat agaamis Yahudi bukanlah masyarakat homogen, mereka terbagai dalam berbagai kelompok teologi yang berbeda pandangan terhadap penerapan Taurat dalam kehidupan masing-masing. Secara garis besar dapat disebutkan kelompok Farisi yang terdiri dari 2 mazhab Shamai dan Hillel, Saduki, Zealoti dan Eseni.

POSMA SITUMORANG :

Berarti Sesembahan yang benar adalah Yesus dan Bapa Sorgawi, Yang SATU adanya [Yoh 10:30], Mulialah Yesus Kristus!

TANGGAPAN :

Mengapa hanya Yesus sendiri yang dimuliakan, padahal konteksnya bersama Bapa Surgawi yang mengutus Yesus? Bukankah Yesus sendiri mengatakan, Bapa, muliakanlah nama-Mu!"? (Yohanes 12:28) Bukankah Rasul Paulus juga menulis, Segala lidah mengaku: Yesus Kristus adalah Kurios (Tuan) bagi kemuliaan Theos (Tuhan, Sesembahan), Bapa? (Filipi 2:11). Dimuliakanlah Tuhan dan Bapa kita selama-lamanya? (Filipi 4:20).

Saya mensinyalir hal ini disebabkan oleh pengajaran Unitarianisme atau disebut juga Jesus Only atau Yesus Saja. Yohanes 10:30 dikutip untuk membenarkan Bapa dan Yesus itu SATU, dalam arti Bapa adalah Yesus dan Yesus adalah Bapa. Pertanyaannya, apakah kalau begitu Bapa yang mati di atas kayu salib? Perkataan SATU dalam Yohanes 10:30 adalah EKHAD ( Hebrew-English Bible, Yerusalem, 1997). Ekhad membuka peluang bagi pengertian kesatuan dari beberapa yang lebih dari satu. Sebagai contoh, dalam pernikahan laki-laki dan perempuan bukan lagi dua tetapi menjadi SATU (EKHAD) daging (Kejadian 2:24). Satu di sini jelas sekali merupakan kesatuan karena baik suami maupun isteri tetap merupakan entitas sendiri sekalipun sudah menjadi suami dan isteri. Dengan pengertian ini, barulah kita dapat memahami ucapan Yesus dalam Yoh 14:28 yang mengatakan bahwa Bapa lebih besar dari padaNya. Tanpa pengertian SATU (EKHAD) Yohanes 10:30 akan saling silang dengan Yohanes 14:28.

Dalam sejarah gereja, paham seperti ini disebut Monarkianisme Modalistis dengan tokohnya yang bernama Sabelius (215 M). Ajaran Sabelius mengakibatkan ayat-ayat alkitab saling silang seperti yang ditunjukkan di atas. Yeshua (Yesus) adalah Firman Bapa YHWH (Yohanes 1:1, Yes 64:8) dan Firman itu menjadi manusia (Yoh 1:14) yang disebut Anak Bapa (Yohanes 3:16).

POSMA SITUMORANG:

5.3 YANG MAHA PENCIPTA TIDAK DIKENAL ORANG YAHUDI

Yoh 8:54-55 : Jawab Yesus Jikalau Aku memuliakan diriKu sendiri, maka kemuliaanKu itu sedikitpun tidak ada artinya. BapaKulah yang memuliakan Aku, tentang siapa kamu berkata : Dia adalah Elohim kami, padahal kamu tidak mengenal Dia, tetapi Aku mengenal Dia

Lagi-lagi Yesus mengemukakan bahwa Sesembahan yang dikenal Musa dan orang Yahudi, tidak sama dengan Bapa Sorgawi, Sesembahan Yang Benar, Yang Yesus kenal !Pengamatan diatas menunjukkan bahwa Yesuslah yang lebih dahulu menyanggah anggapan Musa (dan keyakinan banyak ahli pikir) bahwa YMP bernama YaHWeH. Tidak heran, tiga Rasul Yesus berani menyanggah Musa dengan menyatakan Musa sekedar bertemu dengan malaikat YMP, bukan bertemu dengan YMP. Wajar, mentaati etika murid terhadap Guru.

(bersambung part 3)