Dikala Iesous Menyangkali YaHWeH Part4

bahkan dalam hal nazar dikatakan tidak bernazarpun tidak berdosa ( Ul 23:22) alias bebas memilih.

Yesus bereaksi terhadap penafsiran para rabbi yang tidak tepat ini dengan berkata, Tetapi Aku berkata kepadamu, Janganlah kamu bersumpah (HRV New Testament). Sebagai murid-murid, kitapun mengikuti sang Rabbi yang telah memberi tafsir yang tepat terhadap Taurat Musa. Tetapi bagaimana dengan nazar? Agaknya murid-murid Yesus abad pertama memahami maksud Yesus untuk tidak bersumpah apalagi sumpah palsu, tetapi mereka juga tetap memahami bahwa mereka boleh membuat nazar secara sukarela di hadapan Tuhan seperti yang tertera dalam Taurat.

Rasul Paulus melakukan nazar sesuai ajaran Taurat saat ia berada dalam perjalanan mengabarkan injil Yesus dari Nazaret:

Paulus tinggal beberapa hari lagi di Korintus. Lalu ia minta diri kepada saudara-saudara di situ, dan berlayar ke Siria, sesudah ia mencukur rambutnya di Kengkrea, karena ia telah bernazar. Priskila dan Akwila menyertai dia (Kisah Rasul 18:18).

Hal yang sama diulanginya lagi bersama 4 orang lainnya ketika ia bertemu dengan Yakobus di Yerusalem:

Sebab itu, lakukanlah apa yang kami katakan ini: Di antara kami ada empat orang yang bernazar Kisah Rasul 21:23).

Dari semua penjelasan ini, jelas sekali Yesus tidak pernah bertindak seolah-olah Ia mempunyai otoritas melampaui YaHWeH. Tidak sama sekali, jangan sekali-kali menyamakan Yeshua HaMashiakh, Anak Tunggal Bapa yang diperkenanNya, dengan Lucifer yang sombong yang mau mengatasi Yang Maha Tinggi sendiri (Yes 14:13-14). Jangan mengatas-namakan Yesus untuk ide-ide yang dibangun oleh keangkuhan manusia. Berbaliklah!

Masih ada tiga pasang Kamu mendengar Tetapi Aku berkata kepadamu namun semuanya dapat dijelaskan dengan prinsip yang telah dijelaskan dalam tiga tanggapan terakhir di atas.

POSMA SITUMORANG :

7.1 PAULUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [KIS 19:4-5]

Padahal Rasul Paulus adalah penyembah YHWH yang paling keras, berasal dari Mazhab Farizi yang paling keras [Kis 26:5], sehingga sempat ia membunuhi para pengikut Yesus! Setelah menganut Injil, Rasul Paulus menolak YaHWeH, mengikuti Gurunya: Yesus Kristus. Sudahkah Pembaca mengangkat-guru: Yesus Kristus?

TANGGAPAN :

Namanya tetap Shaul, hanya karena ia seorang rasul kepada bangsa-bangsa di kerajaan Romawi, orang berbahasa Latin mengucapkan namanya sebagai Paulus (Kisah 13:9), Gerika Pavlos. Dalam perjalanan ke Damsyik, Shaul mendapat suatu penglihatan dan mendengar suara. Ketika ia bertanya siapa, suara itu menjawab dalam bahasa Ibrani, Akulah Yeshua yang engkau aniaya (Kisah 26:14). Yesus dari Nazaret yang menyatakan diri kepada Shaul mengatakan namanya Yeshua (Film The Passion of Christ secara tepat menyebutkan namaNya sebagai Yeshua). Dalam kitab suci nama Yeshua mempunyai beberapa dimensi arti: keselamatan (Yesaya 12:2-3), menyelamatkan (Mat 1:21) dan YaHWeH keselamatan [Yeshua sebagai bentuk kontraksi dari YEHOSHUA atau YAHUSHUA yang terdiri dari unsur pokok YAH (singkatan YHWH) dan SHUA (keselamatan); Bilangan 13:16 dan Nehemia 8:17).

Tentunya Shaul (Saul) membaptiskan orang dengan nama Yeshua, nama yang didengarnya di Damsyik dan diucapkan oleh semua rasul lainnya. Dan di dalam Nama Yeshua secara intrinsik terdapat Nama YaHWeH. Bagaimana mungkin Shaul menolak YaHWeH ?

Sebagai seorang rabbi, Shaul tetap hidup sesuai Taurat Musa seperti yang terpateri dalam kitab Perjanjian Baru. Shaul menyunatkan Timotius (Kisah 16:3). Ia berbakti di sinagoge dalam hari Sabat(Kisah 17:2). Ia bernazar sesuai Taurat Musa (Kisah 18:18 ; 21:23-27). Ia merayakan hari raya Shavuot (Pentakosta) sesuai Taurat (Kisah 20:16). Ia mengaku tidak pernah melanggar Taurat orang Yahudi (Kisah 25:8 ; 28:17). Shaul (Saulus, Paulus) terbukti tidak menolak YaHWeH dan TauratNya, justeru terungkap bahwa rasul yang sering disangka membatalkan Taurat justeru sangat taat pada Taurat, seperti Yeshua juga mentaati kehendak Bapa YaHWeH.

POSMA SITUMORANG :

7.2 PETRUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kis 2:38]

Petrus, tadinya penyembah YaHWeH, meninggalkan YaHWeH setelah terkena jamahan kuasa Injil.

7.3 FILIPUS MEMBAPTIS DENGAN NAMA YESUS [Kisah 8:16]

Filipus-pun tadinya penyembah YaHWeH, lalu ditinggalkannya YHWH setelah mengenal Yesus secara pribadi.

TANGGAPAN :

Baik Simon Petrus maupun Filipus membaptis orang dengan nama Yeshua. Memang pengucapan Yeshua menjadi Iesous atau Yesus itu berbau helenis. Helenisme adalah paham yang menyerukan supremasi budaya Yunani atas budaya lainnya termasuk Ibrani. Dalam persepsi kaum helenis, kalau sudah memakai Iesous atau Yesus pastilah harus meninggalkan hal-hal yang bersifat Ibrani termasuk Tuhannya bangsa Ibrani-Yahudi yang namaNya YaHWeH. Itu persepsi kaum helenis, tetapi kitab suci orang Kristen tidak berakar dalam budaya Yunani, kitab suci kita berakar dalam lingkungan budaya Ibrani.

Dalam Kisah 2:38 Simon Petrus membaptiskan orang Yahudi yang bertobat setelah mendengar kotbahnya dengan Nama YHWH Yeshua ( Hebraic Root Version New Testament(HRV NT), 2001 ). Naskah Peshitta berbahasa Aramaik yang menjadi acuan terjemahah HRV NT tersebut mencantumkan MARYAH YESHUA, yang artinya Adon (Tuan bersifat ilahi) YAH YESHUA. Suatu penegasan bahwa Petrus tidak meninggalkan YaHWeH, sang Bapa.

Kisah Rasul 8:16 bukan berbicara tentang Filipus tetapi Petrus dan Yohanes. Kitab Perjanjian Baru Akar Ibrani (HRV NT, 2001) mencantumkan Adon YESHUA, Tuan (bersifat ilahi) YESHUA. Inipun tidak dapat diartikan meninggalkan YaHWeH karena nama Yeshua sebagai bentuk kontraksi (singkatan) mempunyai arti YaHWeH keselamatan.

Mengapa memakai bahasa Ibrani-Aramaik bila naskah asli PB ditulis dalam bahasa Yunani? Injil Matius jelas ditulis dalam bahasa Ibrani sesuai kesaksian Papias, murid rasul Yohanes yang hidup di abad 2 M (Encyclopedia Britanica, CD Deluxe 2000, entry: Saint Matthew). Manuskrip papirus kitab-kitab PB yang ada sekarang ternyata belum dapat dipastikan sebagai naskah asli yang ditulis oleh para rasul sendiri. Manuskrip tertua yang ada sekarang adalah sebagian Injil Yohanes ( P52) yang dari gaya tulisannya ditaksir  baru ditulis tahun 125 M, padahal bila ditulis oleh rasul Yohanes sendiri harusnya berasal dari abad 1 M, yaitu kurang dari tahun 100 M (Minnem, Peter van. 1995. Dating the Oldest New Testament Manuscripts. Duke University Special Collection Library. http://www.scriptorium.lib.duke.edu).

Mengenai keaslian Peshitta, naskah PB dalam bahasa Aramaik perlu diperhatikan ucapan Mar Eshai Shimun, Patriark Umum  (Katolik) Gereja Timur (5 April 1957) :

Dalam hubungan dengan keaslian teks Peshitta, sebagai Patriark dan Kepala Apostolik Kudus dan Katolik dari Gereja Timur, kami bermaksud menyatakan, bahwa Gereja Timurtelah menerima langsung kitab-kitab suci dari tangan para Rasul yang diberkati, yang asli dalam bahasa Aramaik, bahasa yang diucapkan oleh Tu(h)an Yesus Kristus sendiri, dan itulah teks Peshitta Gereja Timur yang sudah diberikan sejak zaman alkitabiah tanpa perubahan atau revisi (http://www.peshitta.org)

Semua rasul dan murid Yeshua dari Nazaret setelah percaya dan mengenal Dia secara pribadi justeru menjadi semakin menghayati dan mentaati Taurat Musa. Adalah selubung paradigma kaum helenis yang memperdaya orang percaya untuk melihat langit biru menjadi merah. Dipimpin Roh Yeshua dari Nazaret, Lukas penulis Injil menyaksikan bahwa puluhan ribu (myriad, Green Interlinear Bible) orang percaya abad pertama justeru taat memelihara Taurat:

Mendengar itu mereka memuliakan Tuhan. Lalu mereka berkata kepada Paulus: "Saudara, lihatlah, beribu-ribu orang Yahudi telah menjadi percaya dan mereka semua rajin memelihara hukum Taurat (Kisah Rasul 21:20;LAI).

KESIMPULAN :

BENARKAH YESUS MENYANGKALI YAHWEH?

TIDAK BENAR!

YESHUA ATAU  YESUS (IESOUS) DARI NAZARET

TERBUKTI

TIDAK PERNAH MENYANGKALI YAHWEH!

IESOUS ATAU YESUS DARI YUNANI MEMANG

MENYANGKALI YAHWEH,

HATI-HATI JANGAN MENGIKUTI DIA KARENA

DIA ADALAH YESUS YANG LAIN

Perhatikan Peringatan Rasul Paulus:

Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan

dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus,

sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya.

Sebab kamu sabar saja, jika ada seorang datang memberitakan Yesus yang lain dari pada yang telah kami beritakan, atau memberikan kepada kamu roh yang lain dari pada yang telah kamu terima atau Injil yang lain dari pada yang telah kamu terima.

(II Korintus 11:3-4)

(SELESAI)