Replacement Theology: Apa Itu?

17. 10. 05
posted by: Super User
Hits: 364

Sebutannya mungkin saja baru kali ini mendengarnya. Tetapi apa yang diajarkan olehnya sebenarnya sudah cukup banyak

didengar oleh orang melalui kotbah,penelaahan dan kursus Alkitab serta sekolah teologi.

Replacement Theology (RT)

atau Ajaran Pengganti adalah paham yang menyatakan bahwa gereja adalah umat Tuhan masa kini yang telah menggantikan umat masa lalu yaitu Israel.

Karenanya semua referensi dalam kitab suci yang berhubungan dengan Israel sebagai bangsa dengan tanah Kanaan harus dipahami secararohani karena menunjuk pada Gereja Kristen. Dalam terminologi ke-Gereja-an, Israel adalah Gereja Perjanjian Lama yang sudah digantikan oleh umat Kristen sebagai Gereja Perjanjian Baru. Tetapi benarkan klaim RT ini? Apakah ajaran ini berdasarkan kitab suci?

Klaim RT dapat diterima bila dapat dibuktikan bahwa Perjanjian Abraham telah dibatalkan. Sesuatu yang sangat sulit terjadi bila bukan mustahil, karena surat Galatia dengan jelas menyatakan bahwa segala berkat yang diberikan melalui Yeshua (Yesus) diberikan kepada dunia untuk memenuhi Perjanjian Abraham (Galatia 3:14). Disamping itu, kitab Ibrani menyatakan kepada para pemegang Perjanjian bahwa kita dapat mempercayai kesetiaan Tuhan pada janjiNya yang diikat dengan sumpah dan karena itu tidak pernah dibatalkan (Ibrani 6:17;Mazmur 89:35). Tetapi bukankah ketidaksetiaan Israel dapat memicu pembatalan perjanjian? Kemungkinan inipun ditepis oleh rabbi Shaul (rasul Paulus) ketika ia menulis, Jadi bagaimana, jika di antara mereka ada yang tidak setia, dapatkah ketidaksetiaan itu membatalkan kesetiaan Tuhan? (Roma 3:30). Kesetiaan Tuhan kembali ditekankan saat ia menulis kepada Timotius, Jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya. II Tim 2:13). Sekalipun ketidak-setiaan sebagian Israel tidak pernah dapat membatalkan Perjanjian YHWH Elohim dengan Abraham.

Salah satu wujud RT di lingkungan Kristen adalah cara penafsiran sepihak tanpa memperhatikan keseluruhan isi kitab suci. Sebagai contoh, dapat diketengahkan hubungan Hagar dan Sarah tercatat dalam Kitab Rasuli, khususnya dikaitkan dengan Abraham, Ismael dan Ishak (Gal 4:21-31). Bagian ini selalu digunakan untuk menunjukkan bahwa Torah hanyalah diperuntukkan bagi hamba, sedangkan anak janji hidup oleh Roh. Israel yang memegang Torah karenanya hanya berstatus hamba sedangkan gereja Kristen bangsa-bangsa memegang posisi Anak Janji. Jelas, Israel telah digusur (replaced) oleh gereja Kristen. Tetapi benarkah penafsiran demikian? Shaul (Paulus) mengatakan apa yang ditulisnya itu adalah suatu allegoreo (allegory) yang merupakan kiasan atau pengandaian. Di lingkungan para rabbi Yahudi apa yang dilakukan Shaul disebut midrash. Kata midrash berarti studi atau penafsiran; diturunkan dari kata lidrosh yang berarti menyelidiki. Di lingkungan para rabbi,midrash berarti penafsiran alegoris atau penerapan homiletik dari suatu ayat. Pendengar diharapkan memahami bahwa pembuat midrashtidak menguraikan arti yang jelas dari ayat tetapi memperkenalkan gagasannya sendiri. Gal 4:24 ( Jewish Glossary). Jadi tafsir alegoris mengambil suatu aspek saja dari suatu suatu pokok untuk melukiskan suatu segi rohani dalam kehidupan umat, tafsir seperti ini tidak dimaksud meniadakan artinya yang gamblang.

Apa tujuan Shaul membuat midrash ini? Shaul sedang mendebat paham legalisme yang mengajarkan pendekatan lain untuk dapat dibenarkan. Ia membuat perbandingan antara dua perempuan, dua anak, dua perjanjian dan karena itu dua pendekatan untuk dibenarkan. Sejak Galatia pasal 3, Shaul membandingkan dua perjanjian yaitu perjanjian Abraham dan perjanjian Sinai. YHWH memberi perjanjian Abraham lebih dulu baru kemudian perjanjian Sinai, inilah urutannya yang benar. Perjanjian Abraham menunjuk pada pembenaran (justification) oleh iman. Kemudian setelah itu, barulah perjanjian Sinai yang menunjuk pada ketaatan untuk menikmati berkat atau kesukaan akibat pembenaran, bukan pembenaran itu sendiri. Bila urutannya dibalik, perjanjian Sinai (Hagar dan Ismael) lebih dulu dari perjanjian Abraham maka jadilah legalisme, pembenaran seseorang dapat dihasilkan oleh usaha ketaatannya. Legalisme inilah yang sedang didebat oleh Shaul, sama sekali bukan posisi Israel yang sudah digantikan oleh Gereja Kristen.

Contoh lain, Galatia 3:15-16 menyatakan bahwa Janji Tuhan kepada Abraham ditujukan kepada benih tunggal(Yun sperma, kata benda maskulin tunggal) dan bukan kepada benih jamak (Yun spermata, kata benda maskulin jamak). Benih tunggal itu adalah Mesias seperti yang dirujuk lebih dulu oleh Torah dalam Kejadian 22:18. Tetapi istilah benih tunggal itu juga ditujukan kepada Isak (Kejadian 22:12) yang memperanakkan Yakub yang kemudian menurunkan bangsa Israel. Kesimpulan apa yang dapat diambil? Keturunan Abraham dalam arti jamak adalah Israel dan kepada merekalah tanah Kanaan diberikan sebagai bagian dari Janji Tuhan (Kej 12:7). Dari Israel sebagai keturunan jamak inilah muncul keturunan tunggal yaitu Mesias. Jadi Mesias adalah buah terutama dari pohon Israel. Itulah sebabnya injil Matius dan Lukas memuat pohon silsilah yang menunjukkan bahwa Yeshua muncul di dalam dunia berasal dari Israel. Namun, Ajaran Pengganti bersikeras mengatakan bahwa keturunan Abraham hanya Mesias, dengan maksud menyingkirkan Israel dari rencana keselamatan Tuhan. Dengan tafsir yang tidak sehat ini, penganut Ajaran Pengganti sesungguhnya telah melawan Mesias yang mengatakan, Keselamatan datang dari bangsa Yahudi (Yoh 4:22).