Injil Paulus , Bukan Injil Manusia (Galatia 1:11-24)

17. 11. 21
posted by: Super User
Hits: 301

Ketika Paulus mengatakan Ia dalam Agama Yahudi (Gr iudaismos) jauh lebih maju dari antar bangsanya dan sangat rajin memelihara leluhurnya sesungguhnya ia tidak mempertentangkan antara Judaisme  dengan Kekristenan (Gr Christianoi). Saat itu tidak ada pertentangan antara iudaimos dengan christianoi yang merupakan bagian dari kepercayaan Yahudi para rasul.Istilah iudaismos baru dipertentangakan christianoi oleh Ignatius , Uskup Antiokhia abad 2 dalam surat ke Magnesia , adalah suatu yang mustahil (absurb) mengaku Yesus Kristus dan melakukan Iudaismos . Ini teologi Helenis . 

Paulus menyatakan Ia sangat rajin memelihar tradisi leluhurnya 1:14.Ada dua sifat Mazhab Farisi, memahami torah secara ketat seperti yang tertulis dengan mempelajarinya dengan rajin (baik tertulis maupun lisan), dan semangat menjalankan hal yang rinci yang ditetapkan dalam halah / tradisi lisan. Sebagi anggota Mazhab Farisi, iapun demikian.

Lalu apa yang hendak dikatakan Paulus? Sesungguhnya ia berkataa bahwa ia adalah murid penting dari sage terkemukan (Rabban Gamliel) , sangat bersemangat belajar Torah Lisan dan aku paling terkemuka dalam kelas.Paulus kemudian mengubah kesetiaan pada Gamliel (Farisi) dengan meminta surat kuasa untu mengejar orang percaya dari Imam Besar Kayafas(Saduki) . Ia sedang mengejar keutamaan diri pribadi sampai Yeshua mematahkan upayanya dengan memanggil dia.

Paulus mengatakan dia menerima injil yang diwahyukan oleh Yeshua sendiri, bukan ia dengan dari murid lainnya.Kemudian ia beberapa kali mengatakan Injilku (Rom 2:15-16, 16:25, 2 Tim 2:8-9). Ini mengundang pertanyaan , apa sebenarnya Injil Paulus? apa keunikannya? Injil Paulus berbeda dari Injil para rasul lainnya karena Paulus mengajarkan bahwa bangsa bangsa dapat mewarisi hidup kekal,kerajaan sorga, kebangkitan dari kematian dan posisi di antar umat Tuhan (Israel) tanpa haru menjadi Yahudi. Saat itu sebelum konsili Yerusalem , para rasul sekalipun belum banyak memikirkan bagaimana cara Tuhan menyelamatkan bangsa bangsa, mereka masih terfokus pada orang Yahudi dan mengganggap bangsa-bangsa perlu hidup sepetia Yahudi (taat Halakah) supaya diselamatkan. Jelas Paulus lebih maju dari pada rasul lainnya dalam hubungan dengan keselamatan bangsa-bangsa .Paulus mengaku ia menerima Injilnya itu langsung dari Yeshua yang telah terpisahkan sejak dari kandungan dan memanggilnya oleh Kasih Karunia (1 : 15 band Yer 1:5 Parash=to separate). Injil yang diajarkan Paulus tetap Yahudi, bukan Helenis.

Pengajaran Sabat Oleh Gembala Benyamin Obadyah

SMF Jakarta